Proses Terjadinya Hujan

Proses Terjadinya Hujan
Image by : Google

Pernahkan anda berpikir kenapa hujan bisa turun tiba – tiba dan darimanakah air tersebut? Apakah memang disana ada sesuatu keajaiban atau magic yang membuah tetesan air jatuh ke tanah dengan sendirinya? Eits tunggu dulu teman – teman, ternyata air hujan tidak serta merta jatuh begitu saja karena air hujan terbuat dari suatu proses peristiwa. Jadi air hujan bukan terjadi karena magic atau keajaiban semata. Supaya anda bisa lebih paham bagaimana proses terjadinya hujan, anda bisa simak prosesnya di bawah ini:

1. Penguapan air
Anda pernah memperhatikan kenapa pakaian basah yang anda jemur bisa kering atau mengapa jalanan yang basah karena hujan juga bisa kering dengan sendirinya? Kalau masih bingung, anda perlu tahu bahwa sebenarnya semua air itu telah diuapkan oleh sinar matahari. Semua air yang ada di bumi bisa diuapkan dengan matahari termasuk air laut, air sungai, air yang ada di badan anda dan lain – lain. Jadi sinar matahari bisa membawa air ke atas langit.

2. Proses kondensasi
Pada akhirnya uap air tersebut ketika diatas menjadi padat akibat suhu udara yang tinggi sehingga sekumpulan uap air tersebut menjadi sebuah embun. Embun terbentuk dari titik-titik air kecil akibat suhu udara semakin tinggi membuat titik-titik dari embun semakin banyak dan berkumpul memadat dan terjadilah sebuah awan.   
Menurut teori Neilburger pada tahun 1995, pada tahap ini tetesan air memiliki ukuran berkisar jari-jari sekitar 5-20 mm. Dalam ukuran sebesar ini tetesan air jatuh dengan kecepatan 0,01-5 cm/detik sedangkan kecepatan aliran udara ke atas (sebaliknya) jauh lebih tinggi sehingga tetes air tersebut tidak akan jatuh ke tanah.

3. Air hujan akan turun bila…
Ketika awan terbawa angin maka awan – awan kecil bisa bergabung menjadi awan besar ketika bertemu dengan yang lain. Angin juga akan membawa awan ke suhu yang lebih rendah sehingga saat awan berubah menjadi kelabu, air embun sudah banyak berkumpul mengakibatkan titik – titik air tidak bisa terbendung lagi kemudian titik – titik air tersebut akan jatuh ke tanah dan menjadi air hujan.