Saat Tsunami Datang. Hindari 5 Kesalahan ini demi Menyelamatkan Diri

Jika tinggal di kawasan dekat pantai atau sedang berada di sekitar sana kita harus tetap waspada. Pasalnya bencana tsunami bisa saja terjadi, kehadirannya kadang tak dapat akurat diprediksi. Seperti yang dilansir dari tribunnews.com (23/12) tsunami yang terjadi di selat sunda baru-baru ini datang tanpa disertai gempa terlebih dahulu. Memakan korban hingga ratusan jiwa.

Maka dari itu, pada artikel sederhana ini mimin sudah menghimpun 5 hal yang harus kita hindari saat tsunami datang. Agar kemungkinan/peluang selamat bisa diperbesar.

1. Jangan Panik

Dalam kondisi panik. Logika kita akan tertutup. Yang berkuasa adalah sisi emosional. Padahal saat genting kita harus mengambil keputusan tepat dan cepat. Oleh karena itu tetaplah tenang. Jangan panik. Kepanikan tidak akan membawa kebaikan bagimu sedikitpun. Yang ada malah memperburuk keadaan.

Tetaplah berpikir jernih dan fokus menyelamatkan diri bersama orang-orang yang kamu cintai. Bacalah kondisi diri, orang-orang bersamamu dan lingkungan sekitar. Ingatlah dimana lokasi yang lebih tinggi sebagai tujuan pelarian.

2. Hindari Sungai dan Jembatan

Kalau masih ada jalur alternatif evakuasi lain, sebaiknya jauhi sungai dan jembatan. Karena arus tsunami akan lebih kuat melewati sungai yang kemungkinan bakal menghantam jembatan.

3. Jangan Pikirkan Barang-Barang Berharga

Pikiran harus fokus untuk menyelamatkan nyawa. Membawa barang-barang berharga seperti laptop, baju-baju, tumpukan dokumen dapat mempersulit dan menghambat pergerakan. Sadarilah yang terpenting dalam situasi genting seperti tsunami adalah nyawa. Tak bisa tergantikan. Wajib diutamakan.

4. Jangan Pakai Mobil

Ada ribuan orang panik. Kemacetan adalah keniscayaan. Masuk ke dalam mobil adalah pilihan yang salah. Selain akan sulit menerobos kemacetan dan malah bikin tambah macet. Ketika gelombang tsunami menerjang dan kita di dalam mobil, kita akan kesulitan keluar karena pintu mobil tertekan air dari luar. Sedangkan kalau lewat jendela, air akan masuk dan menenggelamkan kita bersama mobil.

5. Jangan Memaksa Lari sementara Gelombang Tsunami Sudah Dekat

Berhentilah lari ketika melihat gelombang sudah dekat. Panjatlah tiang tinggi atau pohon. Bila tubuh akhirnya tetap terseret arus. Upayakan tetap di permukaan air dengan meraih-raih apapun yang bisa digunakan sebagai pelampung darurat.Jika tinggal di kawasan dekat pantai atau sedang berada di sekitar sana kita harus tetap waspada. Pasalnya bencana tsunami bisa saja terjadi, kehadirannya kadang tak dapat akurat diprediksi. Seperti yang dilansir dari tribunnews.com (23/12) tsunami yang terjadi di selat sunda baru-baru ini datang tanpa disertai gempa terlebih dahulu. Memakan korban hingga ratusan jiwa.

Maka dari itu, pada artikel sederhana ini mimin sudah menghimpun 5 hal yang harus kita hindari saat tsunami datang. Agar kemungkinan/peluang selamat bisa diperbesar.